Too Sad To Be True

Dan kisah wanita wanita yang direndahkan. Polos, bodoh, tidak tau harus berbuat apa. Dan hanya punya airmata. Seperti saya sekarang, menangis.

***

cvcv

Dada saya begitu sesak seperti sesuatu bergejolak di dalam sana. Kali ini saya sendiri kaget, seperti saya sedang sangat sensitif, bahkan air mata menjadi sesuatu yang tumpah begitu saja. Iya, saya menangis. Bukan karena cerita patah hari atau romantika yang mendayu-dayu ala film India. Tapi film Perempuan Punya Cerita yang baru selesai saya tonton dan menyita semua ruang pikiran di otak. Sesak. Dan sesak ini nggak ada hubungannya sama keterlambatan saya nonton film ini.

Terlepas dari keberadaan Perempuan Punya Cerita yang menurut saya hanya menampilkan fenomena2 kekalahan dan kepolosan dan ketidakberdayaan tanpa adanya tendensi encouragement bagi perempuan untuk bangkit, melawan, memberontak, rasanya bagian yang masih bisa dijadikan pelajaran adalah bahwa inilah fenomena. Dan ini terjadi. Di setiap penjuru negeri, dari 4 kutub dunia, pada perempuan. Kenapa perempuan? Bahkan ketika saya masukin keyword “perempuan” di Google pun yang muncul adalah dominansi pencarian ber-asoasiasi negatif yang menjurus ke eksploitasi perempuan; bugil lah, seksi lah, mandi lah, Ck ck ck..

Jika kemudian perempuan hanya dihargai sebatas kecantikan lahiriah yang pasti akan mengendor oleh gravitasi, apakah pria masih punya spesies yang bisa menghargai wanita dengan cara yang lain? Ah, saya masih ragu.

Ini bukan kesimpulan. Dan saya tidak ingin menyimpulkan pada bagian ini.

Cheers,
2.55AM
Sambil mandangin gedung2 dibalik jendela yang lagi dibangun dan masih dikerjain aja pagi2 buta begini. Ah, ini diluar konteks. Selamat malam. Eh, Selamat pagi, maksud saya.

4 thoughts on “Too Sad To Be True

  1. yasmin says:

    haha, populasi perempuan konon 4 kali lebih banyak dari laki-laki dan tetap aja ada lagu bersajak “wanita dijajah pria sejak dulu, dijadikan perhiasan sangkar madu”.
    tapi lagu ini masih ada lanjutannya, something tentang laki-laki tunduk dibawah kerlingan wanita. hahaha.

    mungkin tergantung masing2 untuk bisa menempatkan dirinya sendiri kali Chi..

    btw, lo coba masukkin keyword “laki-laki” ga? yang keluar “laki-laki plyaboy”, “laki-laki sejati”, “laki-laki tertampan”, dst dst.

  2. Koen says:

    Perempuan adalah kekuatan yang besar namun tersembunyi. Kadang mereka sendiri buta akan kekuatan yang dimilikinya.

    Dan kaum2 yang membuat hidupnya bahagia dengan eksploatasi atas manusia lain, apakah itu perempuan atau lelaki, memang adalah ciptaan yang salah — tempat sampah pun terlalu mulia untuk mereka.

  3. slams says:

    coba search untuk kata laki laki mba
    beda pastinya

  4. dodi says:

    posting yang menarik.

    tapi gambarnya itu lho, .bmp!

Leave a Reply to Koen Cancel reply