Masakan Tanpa Garam

Masak tanpa garam? Kalau dulu saya menganggapnya nggak mungkin, sekarang harus percaya deh kalau ternyata, bisa-bisa aja. Screenshoot berikut tampak menggugah selera kan? 😉

SDC10474 Minggu lalu Edo datang. Saya menyebut waktu kedatangannya nggak efisien, karena saya sudah masuk kerja sejak Selasa (22/9) dan Edo masih liburan Lebaran hingga seminggu ke depannya. Nah, pas saya lagi kerja, doi iseng2 belanja ke Plaza Singapura yang letaknya persis di depan kantor, dan menyambut saya pulang dengan pernyataan, “Kanda cari garam di Carrefour nggak ada lho.. Udah ditanya juga ke petugasnya, memang gak ada!”. Malam itu, kita pun masak tanpa garam dan makan tanpa suara. Cuma saling memandang dan mengunyah. Makanannya kombinasi antara jamur-kacang panjang-tomat-cinta, jadi aja rasa cinta. Nasinya rasa nasi, tentu saja. Wakwakwak..

Minggu kemaren Edo udah pulang. Malam ini, saya pulang kantor dan buka kulkas. Masuk ke dapur, ternyata bukan cuma kenangan bermesraan selagi masak aja yang tersisa di dapur; sayuran sisa masak kemaren juga tersisa, hahaha! Jadi saja saya masak. Lumayan, malam ini nggak usah makan diluar. Biarpun nggak pake garam, rasanya lumayan enak koq! Mungkin karena sayurannya memang berasa cinta. Hahaha 😀

Tagged

4 thoughts on “Masakan Tanpa Garam

  1. ikram says:

    Cinta memang bisa digunakan sebagai komponen pengganti garam.. Karena baik cinta maupun garam, sama-sama asin hahahaha.

  2. wah…jd ngiri
    ada rasa “cinta” nya…

    duh, pengeeeeeen

  3. edoy says:

    meuni jadi kangen masak lagih chiiiw…
    nanti kanda kesana lagih dibawain garem deh ^^

  4. rudi says:

    waktu itu saya pernah masak dan kehabisan garam, untungnya saya dapat ide cemerlang tanpa harus pergi ke warung (maklum warungnya cukup jauh). Saya menggunakan Royco sehingga makanan lebih gurih dan ini terbukti berhasil. Silahkan dicoba untuk keadaan darurat saja, saya yakin banyak warung makan sudah pernah menggunakannya.

Leave a Reply to rudi Cancel reply