Monthly Archives: May 2011

Desah.

Saya menghela nafas panjang, di akhir telepon. Dengan mata berkaca2 yang saya sembunyikan dengan pura2 memandang hujan dari balik kaca. Untung kantor sudah sepi. Untung hari sudah gelap. 

“Jika perlakuan seperti ini yang harus aku terima agar aku tertempa kokoh seperti baja, aku kuat, Tuhan. Karena aku hanya ingin bekerja buatMu bukan cuma buat dia. Karena yang aku liat adalah air tenang mengalir bukan amarah yang bergejolak. Sehingga perlakuannya cuma bisa membuat aku mengeluarkan bulir2 air mata yang pun akan hilang sekejap, bukan putus asa di hadapanMu. Dan lagi, aku akan pulang malam ini. Pulang ke rumah dan padaMu. Agar tumpah semua, dan Engkau yang mengganti semua yang hilang dengan damai dan kasih”.

Bergerak kemudian saya packing laptop, notebook, dan tas. Menerobos hujan dan mencegat taksi. Ah, aku butuh peluk.