Carribean Dance

Pernah nggak punya ide, bagaimana kesepian yang sangat memuncak benar-benar bisa membuat seseorang menjadi gila? Apalagi jika hati ‘kosong’ dan detik-detik jam dilalui dengan aktivitas yang sama : bangun, bekerja, duduk di meja, menjawab email, membalas telefon, meeting, presentasi, pulang, tidur, dan besok melakukan hal yang sama. Kondisi kayakgini, nggak bisa jauh dari kalut. Mungkin ini juga yang jadi awal penyebab stress.

Saya nggak sedang stress koq. Cuma, akhir-akhir ini saya semakin menyadari, betapa hidup di negeri orang, tanpa sanak saudara dan teman, sepi rasanya. Dan akan semakin terasa sepi saat kita butuh seseorang, kita nggak menemukan seseorang pun yang bisa membuat kita cheer-up lagi barang sejenak. Sepi, saat kita dilimpahi rezeki dan nggak menemukan siapapun untuk berbagi kebahagiaan karena sekeliling kita adalah orang2 yang dompetnya sudah lebih tebal daripada buku Davinci Code, yang tentunya nggak membutuhkan traktiran. Kalau sudah begini, saya biasanya melarikan diri ke teh, musik, kopi, film, atau buku.

Carribean

 

 

 

 

 

 

 

Nah, saya punya teh baru nih. Dapet dari Sentosa, pas jalan2 di sebuah toko yang menjual aneka produk organik dalam kemasan. Carribean Dance, judulnya. Harganya cuma $SGD 10, tapi aromanya, hmm.. Voila! Seperti halnya Carribean Dance, passionnya seperti menggugah tubuh dan pikiran untuk bertepuk-tepuk, ceria, bersemangat, dan menikmati setiap ketukan. Yang seperti bilang, “Hei, cheer up! Giliran kamu untuk menari dan menggeliat!”. Ah, nikmatnya.

Dengan tagline, “The Tea of Life”, matching banget yah dengan tugasnya sebagai penghibur dan pemberi ketenangan buat hidup saya 🙂
Dan seiring dengan kewajiban2 yang berkejaran dengan waktu, kenapa nggak coba menikmati teh? Menghirup aromanya, mengingat masa-masa indah bersama orang-orang terkasih dan menghadirkan mereka dalam sekejap. Dimana seketika itu sepi cuma bisa menjadi kata sifat yang ada di Thesaurus, tapi nggak ada di kamus kita 🙂

5 thoughts on “Carribean Dance

  1. uqi says:

    Setuju banget chii…

    Kondisi kita sama yaaa…

    Tapi dompet gw si masih kalah tebel sama bukunya davinci code si chie.. buset tebel juga ya dompet looo.. apa gw pindah kerja aja ya ke tempat lo.. hehehe..

    Yaaa.. karena dompet lo dah tebel.. kunjungilah kemariii.. liburan kesini chii..

  2. acilo says:

    coba tambah madu jangan gula.. dan madunya yang bagus, alami, pasti tambah maknyus chi. madunya sendiri kan dikumpulkan para lebah, life essence.. ciahh..

    *ganti baju nih? blognya.. :p

  3. Koen says:

    Toast dulu yuk. Cheeeers !

    Lalu kita ikut menari bersama sang hidup. Tcha, tcha, tcha. You can be anything you want to be, just turn yourself into anything you think that you could ever be. Be free with your tempo, be free, be free. Surrender your ego, be free, be free, to yourseeeeeelf …

  4. Siapa bilang disini ga ada yg bisa ditraktir? aku siap, Ciii… :)) ayo kita traktir mentraktir. Just visit us whenever you feel lonely. Nginep sekalian. Ada 1 kamar kosong disini. Kapan2 juga bisa masak2an. 😉

    Btw, mo nyobain tehnya juga ahh..

  5. diadjeng says:

    Bok, dompet gue masih setipis komik strip petruk gareng kok,
    kalo mau mentraktir mah gue selalu terima dengan lapang dada.
    Hahaha..

    Kalo Yeun Yang, bisa bikin nge-dance juga gak Chi?
    😉

Leave a Reply to diadjeng Cancel reply