Pursuit of Happiness

Apa yang ditulis seorang penulis memang tidak jauh-jauh dari apa yang Allah tulis dalam hidupnya. Lupakan sejenak terminologi Penulis yang ada di benak Anda. Kali ini, biarkan saya menulis apa yang ingin saya tulis.

Saya tidak punya begitu banyak ide jika ditanya alasan, mengapa Thomas Jefferson memasukkan hak untuk mengejar kebahagiaan dalam United States Declaration of Independence. Ia menulis, ada 3 hak yang tidak dapat diganggu gugat : Hak untuk hidup, bebas, dan mengejar kebahagiaan. Mereka menyebutnya Life, liberty and the pursuit of happiness.

Terlepas dari film Pursuit of Happyness yang membuat saya menitikkan air mata dan rela menontonnya berkali-kali, mengejar kebahagiaan buat hampir semua pribadi di muka bumi ini tentu saja : punya jalannya sendiri. Saya percaya itu.

Ada 1001 jalan menuju bahagia. Seperti minum teh. Seperti berkumpul dan bercengkarama dengan sahabat. Seperti menghirup pagi. Seperti memeluk orang yang dikasihi. Seperti teriak di alam bebas. Seperti mendengarkan musik. Seperti memeluk orangtua disaat wisuda. Seperti memakai baju yang cantik. Seperti berbagi dengan sesama. Seperti telanjang di dalam bath tube. Seperti melupakan masalah yang datang silih berganti. Seperti berserah diri. Seperti memilih untuk selalu bahagia.

Saya memilih jalan saya sendiri. Semoga beririsan dengan jalan baik yang sudah ditetapkanNya. Selamat berbahagia semuanya! Ngomong-ngomong, ini hari Senin yah ternyata 🙂

7 thoughts on “Pursuit of Happiness

  1. raie says:

    seperti telanjang di dalam bath up. wew. seru juga tuh klo dicoba

  2. bayuhebat says:

    hoho

    kemaren tuh dirimu dah pulang duluan.
    aniwey happiness tuh berasal dari dalem terlepas dari kondisi luar kaya macam apa tau

  3. dafhy says:

    tetap jadi diri sendiri ya

  4. Wirawan Winarto says:

    “As if happiness is something we can only pursue…” – Chris Gardner

  5. Anonymous says:

    gw rasa smua orang pasti mau bahagia
    tp kadang karena keserakahan manusia, dia tidak menyadari kalau sesungguhnya dia sudah bahagia.

    manusia selalu ingin lebih
    lebih kaya
    lebih pinter
    dll
    lebih pasti

    tp suka pd ga sadar klo smua itu relatif. dimana tidak ada kepastian yg absolut didunia ini.
    bahkan siapa jg yg bisa memberikan kepastian masih ada hari esok??

    klo kata Ghandi “contentment”
    klo kata orang tua, jangan selalu liat ke atas nak, ada byk orang2 yang tidak seberuntung kita

    so, live ur life, always do ur best and gratitude
    god have enough happiness 4 all of us

  6. Bang Aswi says:

    the movie that i like too …
    including Beautiful Mind.

    Kebahagian memang harus dikejar, terutama kebahagiaan di akhirat. Siapkah kita?

  7. yoxx says:

    setuju, mbak…

Leave a Reply to Anonymous Cancel reply