Memutuskan Untuk Bahagia

Sempat saya tergila-gila pada lagu ‘If I Could Turn Back The Hands Of Time’nya R-Kelly dan ‘Turn Back Time’nya Aqua. Dua-duanya bilang, seandainya bisa memutar waktu kembali.

Kalau saja hidup bisa Ctrl+Z. Refresh dan replace memori yang kita mau. Tapi tidak bisa. Kita tidak bisa mengutak-atik bagian yang sudah locked. Karena kita nggak punya password. Mungkin ada masa lalu suram yang menurut kita hina. Bagian itu cuma bisa kita jadiin archieve, hidden, do not show hidden files, biarlah jadi kenangan. Cukup kita belajar darisana. Bagian yang tidak perlu Shift+Del saja. Insert page break, cipta halaman baru hidup kita.

Supaya virus vb.s dan Trojan nggak menyerang, perlu antispyware tentu. Hidup kita juga begitu. Perlu scanning orang-orang yang mau kita dekatin dan tidak. Supaya hidup lebih berwarna, kita insert picture, shapes, smartArt, wordArt. Yang monoton gak seru. Yang nggak berwarna nggak asik. Hidup kan nggak hitam putih. Makanya kita butuh turn on. Yang bisa merecharge semangat saat low battery. Bukannya kita robot. Tapi hal-hal gila dalam hidup membuat hidup kita lebih hidup, kata Romy.

Kita butuh link kemana-mana. Supaya hidup lebih mudah, supaya kerja lebih gampang. Ngapain juga stress amat mikirin suatu hal. Ada juga jadi cepat tua. Mending nikmatin apa yang ada sekarang. Didalamnya mungkin ada banyak analogi yang tidak beririsan tapi ya memang hidup serba relatif. Relativitas lantas bukan hanya omongan Einstein saja, tapi begitu dekat dengan keseharian kita. Orang mensetting parameter yang berbeda buat standar hidup masing-masing. Makanya ada quality control.

Interview kerja dan cari pasangan hidup, itu kan bentuk quality control juga. Yang nggak memenuhi spesifikasi di reject. Tapi orang kita tolak belum tentu ditolak sama orang lain. Karena spesifikasi beda. Anda primadona buat sebagian orang, belum tentu juga jadi primadona buat orang lain.

Hoalah, koq malah ngawur kemana-mana. Yaudah, yang perlu di Ctrl+B sebenarnya adalah positivitas kita menyikapi satu hal. Kita memancing hal-hal positif dalam hidup dengan memancarkan sinyal positif. Menikmati apa yang ada sekarang. Berhenti menyesali masa lalu. Masa sekarang akan menjadi masa lalu juga. Biar kita nggak menyesalinya, ya kita edit dari sekarang. Mimpi-mimpi di highlight. Pilih soundtrack yang asik, yang bikin semangat.

Terimakasih untuk The Secret. Lewat buku ini, saya belajar banyak hal.

6 thoughts on “Memutuskan Untuk Bahagia

  1. raie says:

    analoginya keren,,,,
    kalo cara bikin link, shortcutnya apa?hehehe…

  2. tasikcoret says:

    Minggu ini kamu kena virus ya?!?! makanya jangan lupa aktifin antivirusnya
    and stay update..

    firewall nya juga….

    n Tolak angin nya diterusin, biar badan tetep fit..

  3. Yessi Pratiwi Surya Budhi says:

    @ Raie : deket2 sama orang penting ala penjilat :p

    2 Tasikcoret : harusnya komen di postingan diatas :p

  4. zen says:

    kita ini memang gadget generation, jadi mudah banget menggunakan pernik-pernik gadget sebagai metafora dari hidup dan kehidupan ;P

    ya, bener, masa kini pun akan jadi masa lalu. tapi jangan lupa juga, masa depan itu sebenarnya tak ada. yang ada hanya masa lalu dan kini. masa depan itu entah di mana, dan tiap kali kita tiba di masa depan, itu sebenarnya adalah masa kini. hehehe… kok jadi ribet gini.

    intinya, seize day a.k.a carpediem. bukan begitu, mevrouw?

    [salam kenal juga]

  5. Yessi Pratiwi Surya Budhi says:

    Ya makanya saya bilang, sekarang juga akan jadi masa depan, Zen. Karena pas nyampe di masa depan, masa kini jadi masa lalu.

    Hoalah. Jadi belibet. Yang penting dinikmatin aja.

    Yup. saya setuju untuk statement terakhir 🙂

  6. tasikcoret says:

    postingan atas mana?
    Oh, yang lagi sakit itu ya…?!?!

    lagi sakit, masih sempet posting aja..
    ckk…ckk…

    cepet sembuh aja n posting terus..
    hehehe….

Leave a Reply to zen Cancel reply