Global Warming: What Can We Do, We Can Do What?

Bumi semakin panas. Penggunaan hampir 95% minyak bumi di segala aspek kehidupan tidak hanya menghasilkan CO2 yang semakin besar, namun juga berdampak pada pola dan kualitas hidup.

Bagaimana tidak? Upaya reboisasi hutan jauh ketinggalan dari tingkat pengurangan lahan hijau. Posisi pohon sebagai penetral CO2 tidak lagi maksimal. Bumi kepanasan. Kita kepanasan. Kenapa? Indonesia adalah pemecah rekor deforestasi tercepat di dunia (laju kerusakan hutan Indonesia hampir mencapai 3 juta hectare/tahun). CO2 menjadi selimut hangat yang semakin lama—jika terakumulasi terus menerus—tidak hanya hangat, tapi juga panash!

Kenaikan suhu Bumi berdampak pada kenaikan tinggi air laut, perubahan suhu dan cuaca, mirasi virus, badai katastropi, population displacement, dan gangguan kesehatan.

Pemanasan global tidak bisa kita cegah, tetapi setidaknya kita dapat mengurangi lajunya. Dimulai dari diri kita sendiri dengan mengurangi sampah, menggunakan kembali barang-barang yang sulit di daur ulang, menghemat listrik dan air serta membayar “Pajak karbon”.

Kita mahasiswa, bisa buat apa?

1. Gunakan dua sisi kertas untuk mencetak. Ini juga hendaknya sudah dijadikan kebijakan oleh semua instansi dan pribadi yang berkepentingan dengan kertas. Toh ini berarti efisiensi kertas, biaya, dan maksimasi kegunaan kertas. Industri kertas adalah contributor terbesar ketiga pembuang emisi yang mengakibatkan global warming.

2. Hindari membawa pulang makanan. Makanan yang dibawa pulang menghasilkan sampah, seperti pembungkus, tas plastik, atau stereofoam. Sampah ini sangat sulit didaur ulang.

3. Daur ulang sekarang juga! Kepikiran untuk membuat pernak pernik atau sesuatu yang menggunakan bahan nakal? Jinakkan saja. Ciptakan usage baru dari barang-barang yang bahkan sebelumnya mungkin tidak berharga lagi.

4. Matikan lampu ketika tidur. Bagian yang ini, saya sudah coba. Awalnya terasa aneh. Sekarang sudah biasa. Tidak apa-apa, asalkan saya dapat pahala dengan mengurangi pemakaian energi yang berlebihan 🙂

Peduli Lingkungan, kita mulai dari sekarang, dari hal-hal kecil sekalipun. Yuk, ayuk. Together we can save our nature 😀

9 thoughts on “Global Warming: What Can We Do, We Can Do What?

  1. saptomo says:

    whew,
    klo saya, jsutru susah tidur klo lampu tak dimatikan.

  2. Zulfadlillah says:

    yeah..together we can save our nature .

  3. leksa says:

    mana tulisan2 kemarin Chie??
    kok diturunin semua…

    ga semudah itu orang laen bisa minta kamu nurunin tulisan …

    Is it citizen journalism right?

    or anak ITB udah terlalu bego, di tutupi ama batok2 egoisme??

    sighh…..

  4. Echi says:

    Minimalisir pertikaian selanjutnya ja. Toh, edisi berikutnya udah merepresentasikan semuanya.

    *Masih dimana lo? Photo Pre wed kita udah gw submit ke FS lo 🙂

  5. Eru says:

    Hm.. Baru no 4 yg udah gua kerjain.
    1 kalau buat coret2an pribadi doang, 2 kadang2, 3 juga kalau lg ada koneksi ke alam transenden (gagasan)..

  6. sayapbarat says:

    gw sih yang belum cuma mendaur ulang…. gak sempat….

    sepakat… gw juga dah lama gak minta kantong plastik di C-key

  7. yasir says:

    matiin lampu? dikamar gwe blum dipasang lampu 🙂

    mengurangi plastik.. sudah dicoba, bahkan kadang penjaga tokonya komentar,”Ga malu mas belanjaannya keliatan?”,”bodo amat” (dalam hati)

    nulis kertas bulak balik.. nah ini belum..

    daur ulang? pernah, dirumah juga ada alatnya.. buat kompos siy dari sampah rumah tangga.. cuma alat pencacah sampahnya kurang bagus.. (pisau dapur.. :p)

    Nah saran buat mba Yessi dan semuanya kalo ada bekas parfum, cologne, bekas lotion, botol minuman (frutcy lemon misalnya :p) yang numpuk dikamar mending dikasi ke tukang loak aja gimana? kan lumayan uda kita sortir, pasti dia menerima dg sng hati.. minimal tidak berakhir di tanah.. mgkn dia salurkan ke penadah lalu dikirim ke pabriknya untuk di recycle??? ada yg tau ttg ini??

  8. Ratie says:

    Nambahin satu lagi! Jalan kaki untuk jarak dekat dan kalau bisa naek sepeda kemana2. Tapi jangan lupa pake masker! Dengan berjalan kaki kita ngehemat emisi yang dihasilkan dari akselerasi dan deselerasi kendaraan. Btw, salam kenal! Temennya Romy yah? 😉

  9. Echi says:

    @ difa : gw gak minta plastik katanya , “sombong nih, neng, gak mau dikasi plastik”

    @yasir : wah2, tau darimana saya ada banyak botol2? Kalo masih bisa difungsikan saya simpa saja, daripada nambah sampah.

    @ rati :hei, iya benar. Apanya Romy nih? Hi hi hi

    *Lanjut gossip..

Leave a Reply to Zulfadlillah Cancel reply